Welcome To BlackSweetDee Blog
10:43 PM

Mengharap Kembalinya Wisatawan Dengan Lomba Melukis

Ini cerita waktu KKN Tematik 2006, berikut ini kutipan dari http://www.ugm.ac.id/index.php?page=rilis&artikel=473

“Mengembangkan Potensi Wisata Agro Ternak Kambing PE”,
demikian tema yang diangkat mahasiswa KKN Tematik UGM 2006 Sub Unit Dusun Nganggring, Girikerto, Turi Sleman. Di dusun yang terletak diketinggian 850dpl bersuhu 18-29 C tersebut, mahasiswa KKN UGM menangkap permasalahan prasarana fisik guna menunjang wisata ternak.
Observasi yang dilakukan mahasiswa UGM menemukan banyak tanaman tumbuh subur di daerah Nganggring, sekaligus memiliki nilai ekonomis tinggi, seperti kopi, salak, vanili, gaharu, buah melodi dan lain-lain. Selain itu, panorama Gunung Merapi terlihat jelas dari peternakan kambing PE (Peranakan Etawa) milik penduduk.
“Nampaknya, perlu pembenahan prasarana fisik terhadap potensi di daerah ini. Untuk menuju wisata agro, sekalipun sudah dikelola dan dikembangkan sebelumnya, tapi belum maksimal. Masih perlu upaya-upaya promosi”, ujar Natalia Isti Herwastidita.
Kata Natalia Isti, bencana Merapi di tahun 2006, mengakibatkan jumlah kunjungan wisatawan ke daerah Nganggring mengalami penurunan drastis. Kini, status Merapi diturunkan, bagi KKN UGM sudah saatnya mempromosikan kembali wisata kambing PE di Dusun Nganggring.
“Selain melakukan perbaikan prasarana fisik, maka guna memicu wisatawan berkunjung kembali ke dusun Nganggring, KKN UGM menyelenggarakan lomba lukis dan mewarnai TK dan Playgroup”, ungkap Natalia selaku koordinator pelaksana.
Lomba lukis dan mewarnai TK dan Playgroup se-kecamatan Turi ini, berlangsung pada hari Minggu, 27 Agustus 2006 di Gedung Serbaguna Kandang kambing PE di Dusun Nganggring, Kecamatan Turi Sleman. Saat lomba berlangsung, dilakukan pula kunjungan keliling kandang kambing PE, sehingga anak-anak bisa melihat bagaimana cara memerah susu kambing, memandikan dan lain-lain.
Keluar sebagai juara 1 Dhinar dari TK ABA Candi, Turi, juara 2 Dian Ananda Putri dari TK ABA Candi dan juara 3 Fitri Rahma Sari dari TK ABA Nganggring (Humas UGM)

11:12 PM

Menyikapi Ancaman Longsor dengan Arif

Setiap kali musim hujan, banyak daerah selalu terlanda bencana longsor sehingga kita selalu dilanda kecemasan terhadap ancaman bahaya longsor yang mungkin terjadi sewaktu-waktu di musim hujan ini. Seharusnya, dengan sering mengalami bencana longsor di setiap musim hujan, tentunya kita lebih mampu mengantisipasi bencana ini sehingga korban jiwa atau kerugian sosial ekonomi dapat semakin dikurangi. Namun, kenyataan justru sebaliknya. Dengan bertambahnya pengalaman kita dalam menghadapi kejadian longsor, jumlah korban bencana dan kerugian tidak makin berkurang, justru makin bertambah. Bagaimanakah kita dapat menyikapi ancaman bahaya longsor ini dan akhirnya berhasil mengurangi risiko bencana longsor? Dalam menyikapi ancaman bahaya longsor, perlu kita kembangkan strategi upaya pengurangan risiko bencana secara> tepat. Program pengurangan risiko bencana longsor harus sudah dimulai sejak awal di musim kemarau, atau segera setelah musim hujan selesai. Program ini perlu kita bedakan menjadi empat fase, yaitu tahap aman, waspada, siaga, dan awas. Upaya mitigasi ini harus intensif digalakkan pada fase aman. Umumnya longsoran banyak terjadi karena dipicu oleh air hujan sehingga fase aman adalah fase pada musim kemarau, kecuali apabila terjadi gempa bumi. Di dalam fase aman ini kita perlu menjaga lingkungan, terutama melakukan penataan lahan pada lereng yang rentan longsor. Untuk menunjang penataan lahan secara tepat, perlu dilakukan pemetaan guna mengenali zona lereng rentan (rapuh atau berbakat longsor), dengan beberapa tingkatan, mulai dari rentan tinggi, menengah, hingga rendah. Pada lereng yang rentan longsor, seharusnya dibuat peraturan sempadan lereng, yang berarti di dalam zona tersebut hingga radius 500 meter dari kaki lereng tidak dapat diganggu untuk permukiman atau kawasan budidaya, tetapi harus dipakai untuk jalur hijau dengan jenis tanaman yang tepat. Peraturan sempadan lereng ini harus diterapkan secara ketat, terutama dikaitkan dengan peraturan tata ruang dan izin mendirikan bangunan. Karena sebagian besar longsoran yang terjadi dipicu oleh meresapnya air ke dalam lereng, maka perlu pula dibuat sistem drainase pada lereng secara tepat. Drainase itu berupa drainase permukaan yang harus kedap air karena berfungsi untuk mencegah aliran air menuju dan meresap ke dalam lereng yang rentan longsor. Dari uraian terakhir di atas, terlihat bahwa upaya pencegahan longsor perlu diintegrasikan dengan upaya pengendalian banjir. Konsep pengendalian banjir yang ditekankan dengan cara meresapkan air sebanyak-banyaknya ke dalam tanah justru sangat membahayakan dan dapat menimbulkan longsor pada lereng atau lahan miring. Selain program teknis seperti di atas yang menekankan pada pemeliharaan lingkungan, penataan lahan, penghijauan, dan pengembangan drainase di atas, upaya pengurangan risiko bencana sangat sulit berhasil tanpa disertai program sosial yang menitikberatkan pada upaya pemberdayaan masyarakat.
Fakta menunjukkan bahwa banyak lahan rentan yang sudah telanjur berkembang menjadi lahan permukiman, sedangkan proses untuk merelokasi seluruh warga di lokasi rentan longsor tidak mudah, bahkan memerlukan waktu cukup lama. Untuk kondisi yang demikian, perlu dikembangkan sistem peringatan dini bahaya longsor berbasis pemberdayaan masyarakat. Sistem yang terdiri atas sistem jaringan sosial dan jaringan teknis ini perlu dikembangkan di masyarakat desa rawan longsor, sejak masih dalam fase aman dan penerapannya sangat diperlukan dalam fase siaga dan awas. Sebagai contoh, di Desa Ledoksari, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, telah dibentuk sistem jaringan sosial yang dimotori oleh Tim Penanggulangan Bencana Desa yang baru saja dibentuk tahun 2008 lalu (sebelum musim hujan). Selain sistem jaringan sosial, diperlukan pula dukungan sistem jaringan teknis dalam upaya peringatan dini bahaya longsor. Sistem jaringan teknis ini dibuat dengan memasang beberapa alat sensor sederhana yang berfungsi untuk mendeteksi curah hujan yang dapat memicu longsor dan> mendeteksi gerakan awal longsor. Selain itu, alat deteksi retakan tanah (yang merupakan gejala awal longsor) dapat pula disetel agar meraung pada kondisi lebar retakan tertentu sebelum longsor terjadi. Sehingga, alarm dan kentongan dapat dibunyikan beberapa jam sebelum longsor. Sebagai contoh, pada 7 November 2007, alat deteksi dini tersebut berhasil meraung 4 jam sebelum longsor di Desa Kalitelaga, Kabupaten Banjarnegara, terjadi sehingga 30 keluarga telah berhasil mengungsi sebelum longsor. Kearifan lokal Namun, kemampuan warga atau pemerintah daerah dalam mengembangkan jaringan deteksi dini ini masih sangat terbatas karena alasan biaya dan teknis. Oleh karena itu, perlu pula dikembangkan sistem peringatan dini berbasis ilmu titen (kearifan lokal). Pengembangan ilmu titen ini sangat> perlu dilakukan untuk mendukung fase waspada dan sangat diperlukan untuk mendukung keselamatan warga dalam fase siaga dan awas. Dengan sistem ini, warga masyarakat di daerah rawan perlu diberdayakan untuk mengenali tanda-tanda lereng rawan longsor dan gejala awal bahwa lereng akan bergerak longsor. Gejala awal yang sering terjadi adalah munculnya retakan tanah berbentuk tapal kuda pada lereng. Panjang retakan beberapa dapat mencapai beberapa meter hingga beberapa puluh meter, melengkung di atas lereng. Semakin lebar dan semakin panjang retakan, berarti semakin besar potensi longsor. Gejala lain bahwa lereng akan longsor adalah munculnya mata air pada lereng atau kaki lereng. Semakin keruh air yang keluar pada lereng, berarti semakin kritis kondisi lereng untuk segera longsor. Namun, dapat pula terjadi, mata air yang sudah ada pada lereng tiba- tiba mati, tidak mengeluarkan air. Hal ini malah sangat berbahaya karena telah mulai terjadi pergerakan massa tanah pada lereng sehingga menyumbat air yang akan keluar dari lereng. Dari uraian di atas, dapat kita simpulkan bahwa meskipun alam negeri kita ini rentan longsor, tetapi upaya pengurangan risiko bencana longsor sangat mungkin dilakukan. Keberhasilan dalam upaya pengurangan risiko bencana ini> sangat tergantung pada keberhasilan kita dalam mengembangkan sistem manajemen bencana desa berbasis pemberdayaan masyarakat dan kegigihan kita semua dalam upaya penegakan> hukum tata ruang.

Dwikorita Karnawati Dosen Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
Sumber:> > --
http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/02/24/16081434/menyikapi.ancaman.longsor.dengan.arif

6:03 PM

Ngisi notes FB-nya temen2q

Wahh..akhir-akhir ini banyak banget yah nge-tag gw di notes temen2 q.. sampe bingung jawabnya..coz pertanyaannya kayak ulangan gitu.. (biasanya ulangan kan isinya 10 soal..tapi ini lebih..hehehe). pertanyaannya kayak gini nih..
1. Where you and I met?
2. How long have you known me?
3. The last time we saw each other?
4. Your first impression of me upon meeting/seeing me?
5. Then? is your first impression right or wrong?
6. Am I funny (pertanyaaan aslinya) / Am I cute (pertanyaan bikinan orang2 yang narsis)?
7. What's my favorite music?
8. Would you call me preppy, average, sporty, punk, hippie, glam, nerdy, snobby, or something else(what)?
9. Have you ever hugged me?
10. If there was one good nickname for me, what would it be?
11. If you and I were stranded on an island, what would I bring?
12. Where do you think I will be in 25 years?
13: Will you re-post this so I can fill this out for you?

nahh..ada yg mo kasih comment tentang gw ga ya disini?/

8:09 PM

Good management skill

Akhirnya setelah curhat ma tmen tentang permasalahanku, akhirnya diambil kesimpulan
kalo temen kita ngelakuin kesalahan, ngomong ke temen kita dulu tentang masalahnya, jangan ke bos, ke bos ntar aja, klo emang gak bisa2, bos biasanya emang gak peduli soal itu, klo lu bisa pecahin sendiri, itu bisa mnambah kemampuan manajemen kita, remember that old requirement "good management skill".

6:31 PM

aSikk..Hari Jumat Euy...

Asik...HAri ini hari Jumat, ntar gajian pula..wah...
Tapi sayang, ga jadi ke jogja euy.. coz lagi pengen nabung yang banyak nih..buat akhir tahun..Siapa tahu bakalan nyusul ortu Ke New Orleans..
Ma..Pa..I miz you so much..it have been almost 3 years since you moved to New Orleans.. and I have never been there...

Today, at office, it seems the manager who I always share with, is totally satire me for what i have said to him..it seems nobody can be trust.. Oh.. is this the real world? I have to face with everybody who will tell me bad in my back..
They can't see what i have done for them.. It seems not fair, but i hvae to ikhlas no matter what I have to to everybody, God will write it in His note..

Okay.. This is friday..so tomorrow, Weekend..yippe...I want to buy some thing for my house..and..Don't forget about my diet..hahaha...

Have a nice weekend everybody..